pola asuh anak

Pola asuh anak : Waspada Perilaku Buruk Ketika Dewasa Karena Kesalahan Pola Asuh Dimasa Kecil

Posted on

Pola asuh anak yang kita lakukan kini, sering kali kita meniru gaya parenting orangtua kita jaman dahulu lalu menerapkannya pada jaman sekarang. Gaya parenting jaman dahulu bukanlah sesuatu yang buruk dan dihindari, namun ada kalanya jika anda sebagai orangtua mengetahui gaya parenting apa yang sesuai jika diterapkan di era saat ini dan disesuaikan dengan kebutuhannya juga. Orangtua juga perlu hati-hati ya pola asuh anak yang salah dapat  berakibat buruk pada perilaku anak.  Lantas seperti apa yang dimaksud dengan pola asuh anak yang salah? Berikut penjelasannya :

Sebuah fakta dari sebuah studi mengungkapkan bahwa pola asuh anak yang salah terjadi karena orangtua yang mendidik anaknya terlalu ekstrim. Hal ini berpengaruh pada psikologis anak ketika dewasa. Anak dapat berperilaku menyimpang bahkan anak bisa menjadi seorang psikopat ataupun pelaku tindak criminal. Ketika orangtua menerapkan pola asuh otoriter berarti semua kendala penuh di orangtua. Anak tidak diberi pilihan, anak tidak bebas untuk berpendapat, hingga anak merasa dirinya diacuhkan oleh orangtuanya. Orangtua seperti ini sangat kaku dalam menerapkan peraturan dalam keluarga. Seseorang yang melakukan tindak criminal mengaku bahwa pola asuh anak yang salah yang diterapkan oleh orangtuanya semasa kecil membuatnya menderita kelainan mental dan perilaku kekerasan sosial yang tidak semestinya. Mereka memiliki kecenderungan untuk menyakiti orang lain tanpa merasa bersalah.

Pelaku tindak kejahatan juga mengungkapkan bahwa semasa kecil dirinya memiliki sejarah sebagai korban kekerasan mental dan psikologis. Pelaku tindak kejahatan ataupun kriminal hidup dalam situasi dimana tidak ada satupun yang peduli. Orang-orang disekitar acuh termasuk orangtuanya. Mereka hidup dalam lingkungan dimana mereka harus patuh dan taat dengan peraturan-peraturan yang dibuat oleh orangtuanya. Mereka merasa hidup layaknya dipenjara dan tidak ada kebebasan didalamnya. 

Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah tidak semata-mata buruknya kelakuan seseorang ketika dewasa akibat pola asuh dari orangtuanya. Perilaku buruk tidak selamanya datang dari pola asuh anak yang salah namun perilaku ini juga bukan warisan genetis. Itulah point pentingnya. Faktor-faktor lain juga menentukan mengapa seseorang dapat berbuat jahat hingga tega menyakiti orang lain. Jika anda sebagai orangtua tidak ingin kelak si buah hati menjadi seseorang yang meyimpang mulailah dari sekarang untuk menghindari pola asuh anak yang salah. Jangan acuh terhadap anak dan jangan terlalu mengontrol hiudp anak anda. Komunikasikanlah segala sesuatunya dengan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *