Pertolongan Pertama Pada Penderita Hemofilia Bagian 2

Posted on

Padahal di negara-negara maju, cara seperti ini sudah ditinggalkan dan diganti dengan pengobatan proflaksis, yaitu memberikan konsentrat faktor pembekuan secara rutin walaupun pasien tidak mengalami perdarahan.

Keistimewaan cara penanganan ini terbukti mampu menekan angka kecacatan akibat kerusakan sendi ataupun komplikasi lain daripada penanganan dengan metode on-demand. Efeknya, kualitas hidup pasien hemofilia pun dengan sendirinya menjadi lebih baik. Sayangnya, tentu saja cara pengobatan ini membutuhkan biaya yang sangat mahal. Untungnya sekarang ini konsentrat faktor pembekuan darah bisa diperoleh pasien hemofilia dengan bantuan dana Jamkesmas/Jamkesda, BPJS, dan Askes. Walau masih dalam jumlah terbatas, namun hal tersebut sudah lumayan membantu pasien dan keluarga.

Tak Ada Pantangan

Perawatan penderita hemofilia tidak sampai di situ. Selain replacement therapy, pasien hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi serta gusi secara rutin. Pemeriksaan gigi dilakukan minimal setengah tahun sekali.

Hal ini penting dan wajib, karena kalau giginya bermasalah dan harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan. Selain itu, penderita hemofilia dalam kesehariannya tidak memiliki pantangan apa pun untuk makanan dan minuman, namun asupan gizinya perlu dijaga dengan asupan gizi seimbang supaya berat badannya bisa terjaga dengan baik.

Berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki, terutama pada kasus hemofilia berat. Sebaliknya jika terlalu kurus, maka ototnya tidak bisa menopang sendi dengan baik. Yang harus dihindari adalah penggunaan asam asetil salisilat, karena dapat memperberat perdarahan, dan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan.

Sementara olahraga teratur untuk menjaga kekuatan otot dan sendi sebaiknya rutin dilakukan. Bagusnya olahraga dilakukan atas petunjuk dokter. Untuk menghindari cidera dan perdarahan, penderita hemofilia baiknya menghindari aktivitas serta olahraga kontak ­fisik dan yang high risk ataupun extreme. Untuk olahraga baiknya melakukan jalan kaki dan berenang. Kalaupun naik sepeda, pastikan anak menggunakan pelindung yang baik, khususnya di bagian sendi dan daerah rawan perdarahan.

Simak juga rekomendasi tempat kursus bahasa di Tangerang berikut “ les bahasa Jerman terbaik di Tangerang “ agar buah hati mahir dalam berbahasa Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *