Pertolongan Pertama Pada Penderita Hemofilia Bagian 3

Posted on

Misal, di bagian kepala dengan helm, di bagian siku dan lutut dengan decker. Penting diingat, segala risiko, termasuk risiko perdarahan sekecil apa pun harus menjadi perhatian penting pada anak hemo­filia.

Namun, orangtua tidak dibenarkan jika mengungkung anak-anak ini. Biarkan mereka melakukan hal yang disukai seperti anak lainnya selama itu aman baginya dan kita awasi. Tentunya hal ini akan jauh lebih baik jika anak sudah ditanamkan pengertian mengenai kondisinya.

Ini Yang Bisa Dilakukan

Tak hanya perawatan yang perlu diketahui, pertolongan pertama untuk membantu penderita hemofilia pun harus diketahui oleh orang-orang terdekatnya, khususnya kedua orangtuanya. Saat terjadi perdarahan:

1. Sesegera mungkin atasi perdarahan. Misal, meletakkan kaki atau tangan yang mengalami perdarahan di atas bantal. Jangan menggerakkan sendi yang mengalami perdarahan, apalagi berjalan jika perdarahannya di kaki.

2. Biarkan selama 5 menit, kemudian angkat kembali. Lakukan berulang-ulang hingga pasien mendapatkan suntikan konsentrat faktor pembekuan. Hal ini dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan memperlambat perdarahan.

3. Gunakan perban elastis untuk membalut persendian yang luka. Tekanan perban tidak perlu terlalu keras/kencang. Hal ini bisa juga dilakukan untuk kasus perdarahan otot.

4. Letakkan bagian tubuh yang mengalami perdarahan lebih tinggi dari jantung. Hal ini untuk memperlambat keluarnya darah.

Jenis Hemofilia Dari Berat Sampai Ringan

Ada dua jenis hemofilia, yaitu hemofilia A (hemofilia klasik) dan hemofilia B. Hemofilia A terjadi lantaran kekurangan faktor VIII protein di darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Sementara penderita hemofilia B disebabkan kekurangan faktor IX protein pada darah. Dari kedua jenis hemofilia ini, hemofilia A lebih sering dijumpai daripada hemofilia B.

Meskipun demikian, gejala klinis dari kedua jenis hemofilia ini sama saja, yaitu: penderita mengalami bengkak dan nyeri sendi akibat perdarahan dalam sendi, lebam-lebam kebiruan, perdarahan yang sukar berhenti bila terjadi luka atau setelah dikhitan atau cabut gigi. Untuk jenis hemofilia berat, gejala bisa dilihat ketika usia masih begitu dini atau kurang dari satu tahun. Hal ini bisa terjadi karena anak di usia yang mulai belajar merangkak dan berjalan. Simak informasi mengenai lowongan kerja di Jerman di “ Program FSJ Jerman terbaik “ agar Anda mendapatkan pekerjaan yang tepat di Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *