Media Sosial Jadi Sarang Hoax. Apa yang Harus Dilakukan?

Posted on

Seperti yang kita tahu selama ini, media sosial adalah tempat di mana banyak orang berjejaring. Di sana pula informasi tersebar dengan cepat dan masif.

Kadang tak hanya informasi bermuatan positif yang tersebar. Informasi palsu atau hoax pun turut menyebar melalui media sosial. Kalau sudah begini apa yang bisa dilakukan?

Facebook Memiliki Algoritma Anti Hoax

Baru-baru ini, media sosial terbesar di dunia, Facebook, turut berusaha memerangi hoax. Mereka menciptakan algoritma untuk melawan hoax yang beredar di platform mereka.

Namun, kesuksesan dari algoritma ini masih memerlukan verifikasi lagi karena kabar palsu pun masih kerap berseliweran di timeline Facebook para pengguna.

Sering-Sering Lakukan Verifikasi Data

Computer keyboard keys with warning sign with words Internet Hoax Warning of Internet Hoax

Di sini peran media online jadi sangat penting. Media online adalah salah satu tempat masyarakat bisa melakukan verifikasi data. Beberapa media online terpercaya yang bisa dijadikan tempat verifikasi data, antara lain Tempo, Kompas, Detik, Jitaksara dan IDN Times.

Verifikasi data ini jadi sangat penting karena tak banyak orang yang tahu cara melakukannya yang benar.

Cara paling mudah adalah dengan mencari topik sesuai kata kunci di media online tersebut. Jika di media online di atas banyak topik tentang kata kunci tersebut ditulis kamu tinggal melakukan verifikasi data.

Jika ditemukan kejanggalan pada berita yang kamu curigai, bukan tidak mungkin berita tersebut adalah hoax.

Terlebih jika berita itu kamu dapatkan dari sumber yang tidak kredibel, terlebih dari media sosial.

Mencari Tahu Melalui Media Cetak

Lebih baik lagi jika topik yang kamu cari tahu kebenarannya sudah dibahas di media cetak. Media cetak jadi sumber terbaik di mana hoax dapat ditekan seminimal mungkin.

Jika kamu menemukan berita yang sedang kamu cari kebenarannya di media cetak dan benar-benar tertulis seperti itu, maka ada kemungkinan jika berita tersebut benar dan tidak hoax.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *