Sedekah Laut Juwana Pati

Posted on

Festival dan kegiatan ritual di daerah-daerah tertentu kini berpotensi untuk mendatangkan wisatawan. Meskipun kegiatan itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Salah satu kegiatan tersebut adalah Sedekah Laut Juwana Kabupaten Pati!

Kegiatan ini bertujuan untuk mengalup berkah dari laut. Biasanya dilakukan oleh para masyarakat yang sebagian besar adalah nelayan.

Saat bulan Ramadan, para nelayan menghentikan aktivitas pencarian ikan. Biasanya hasil tangkapan mereka jual kepada para tengkulak untuk merayakan hari Raya Idul Fitri.

Setiap tanggal 7 bulan Syawal yang jatuh setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri Sedekah Laut ini digelar besar-besaran. Biasanya warga lokal menyebutnya dengan Lomban Syawalan. Acara ini sudah menjadi budaya masyarakat setempat dan selalu menarik perhatian wisatawan.

Tradisi ini berpuast di Kecamatan Juwana. Dimana terdapat tempat pelelangan ikan terbesar di Pati. Seolah menjadi aset budaya untuk masyarakat Pati terutama daerah pesisir.

Sebelum dilaksanakan Sedekah Laut Juwana, banyak sekali kegitan yang dilakukan oleh warga. Hal yang paling penting adalah persiapan untuk menata sesaji. Peserta sedekah laut adalah para nelayan yang biasa mencari ikan dari laut. Salah satu syarat sesaji tersebut adalah kepala kerbau atau kepala kambing beserta 4 kakinya.

Ada dua sesaji yang disipakan dalam ritual ini. Sesaji yang pertama akan dilarung ke laut dan sesaji yang satu akan diarak dalam kirab untuk penanda batas akhir Lomban tersebut. Baca Juga 6 Tempat Wisata Malang yang Instagramable

Sebelum kegiatan Larung Sesaji dilakukan, biasanyanya akan dilakukan kirab atau arak-arakan yang menampilkan ikon atau ciri khas desa masing-masing. Arak-arakan tersebut biasanya mengelilingi desa di sekitaran Kecamatan Juawana dan berakhir di tempat pelelangan ikan yang saat itu disulap menjadi area pertunjukan.

Semua aktivitas pelelangan ikan sudah dihentikan dari mulai awal puasa hingga prosesi Sedekah Laut Juwana berakhir dan para nelayan kembali ke laut untuk mencari ikan.

Pada saat acara pelarungan sesaji banyak sekali wisatawan yang datang dari luar daerah lho! Oleh karena itu tradisi seperti ini harus terus dibudayakan untuk menarik perhatian wisatawan. Rata-rata wisatawan yang datang nggak hanya dari kota Pati dan sekitarnya lho! Mereka juga berasal dari luar kota seperti Jepara, Kudus, Demak dan Semarang.

Kalian juga akan menyaksikan adu entok di sekitaran kali Juwana. Perahu-perahau milik nelayan juga akan memeriahkan acara kirab ini. Mereka akan beradu merebutkan entok dan siapa yang mendapatkan entok terbanyak maka dialah pemenangnya.

Selain berebut entok kalian juga akan melihat beberapa kapal hias yang ikut memeriahkan tradisi Sedekah Laut Juwana. Kapal-kapal hias mereka pun ikut mengantarkan riual larung sesaji ke tengah laut. Sungai Silugonggo pun mendadak ramai dan meriah karena adanya kapal-kapal hias itu.

Selain prosesi ritual larung saji di laut, ada juga acara karnaval yang diadakan keliling kampung. Warga pun antusias menyambut karnaval sedekah laut yang hanya digelar setahun sekali ini. Mereka dengan senang hati merayakan sedekah laut ini dengan berdandan sesuai tema yang diusung dalam karanval tersebut.

Setelah karnaval selesai biasanya ada beragam hiburan rakyak seperti wayang, ketoprak atau panggung hiburan dangdut. Tontonan rakyat ini biasanya berlangsung hingga beberapa hari lho!


Nah, buat kalian yang penasaran dengan prosesi Sedekah Laut Juwana di Pati, kalian bisa datang langsung ke sana pada tanggal 10 bulan Syawal penangglan hijriyah. Untuk akses ke sana kalian cukup mengendarai bus antar kota dalam propinsi jurusan Semarang – Surabaya.

Setelah itu Kalian bisa menghentikan perjalanan di Juwana setelah melewati Kabupaten Pati ke Arah Rembang. Bagi kalian yang berasal dari Jakarta disarankan untuk transit di kota Semarang apabila menggunakan moda trasnportasi udara. Sumber Hello Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *