Contoh Teks Editorial Tentang Politik di Indonesia

Posted on

Memahami teks opini atau teks editorial adalah teks yang berisi opini pribadi seseorang tentang masalah / masalah nyata. Masalah-masalah ini termasuk masalah politik, sosial atau bahkan ekonomi yang memiliki hubungan signifikan dengan politik.
Berikut ini adalah contoh teks editorial tentang politik yang ada di Indonesia, Sebagai Berikut :

Contoh teks editorial tentang politik di Indonesia

Isu-isu politik di gedung parlemen Jakarta menjadi semakin jelas. Setelah hak-hak kuesioner tidak memuaskan, sekarang tepat untuk menyatakan pendapat bahwa DPRD DKI Jakarta akan digunakan untuk menargetkan “musuh politik” mereka, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Drama, yang dimulai dengan penemuan dana tak kasat mata Rp12,1 triliun yang disembunyikan di APBD 2015, akan tumbuh lebih lama dan menjadi kurang terarah. Episode itu, jika terus berlanjut, menunjukkan semakin banyak bukan solusi yang dicari, tetapi pelampiasan nafsu politik.

Penggunaan hak untuk menyampaikan pendapat dapat dimaksudkan untuk menggulingkan Ahok dari kursi gubernur Jakarta. Hal ini sejalan dengan hasil keputusan tim DPRD DKI yang diambil saat sidang paripurna DPRD di Jakarta, Senin (6/4), yang dalam salah satu kesimpulannya meminta Mahkamah Agung dan Menteri Dalam Negeri Gubernur Ahok dari pemadam kebakaran. posisinya. Ini adalah bukti bahwa kami akan berusaha menutupi pembusukan politik dengan segala cara. Ahok menjadi sasaran karena dianggap sebagai pihak yang secara terbuka membongkar kesepakatan anggaran yang dilakukan DPRD kepada publik.

Alih-alih memikirkan orang, mereka sekarang lebih suka berkomitmen untuk menyelesaikan balas dendam. Hak untuk kuesioner dan hak untuk mengekspresikan pendapat pada akhirnya hanya digunakan secara sewenang-wenang untuk kepentingan politik beberapa kelompok. Hak-hak yang membentuk bagian dari fungsi pengawasan dewan dengan demikian dikurangi. Hak-hak DPRK yang seharusnya memiliki kapasitas untuk menantang kebijakan strategis pemerintah mengenai kepentingan rakyat sekarang ditafsirkan sebagai cara melindungi kepentingan politik yang sempit.

Nyaris tidak ada niat mulia yang ditinggalkan oleh anggota terhormat dewan untuk menggunakan hak-hak ini untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat. Suara orang-orang Jakarta yang merupakan pemilih mereka tidak terdengar. Hak publik dibiarkan diabaikan sebelum tujuannya tercapai. Sekali lagi, publik hanya diberi tontonan kekacauan dari wakil rakyat di parlemen. Untuk kesekian kalinya, mereka hanya bisa menunjukkan suara. Jangan berharap mereka menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, karena meski dengan tenang mereka sangat sulit dijalankan.

Forum ini bertujuan untuk mengingat kekacauan energi-intensif, baik eksekutif dan legislatif, yang harus segera diselesaikan. Jakarta membutuhkan gerakan pembangunan yang cepat untuk mengatasi ketertinggalannya dari ibu kota nasional lainnya. Selain itu, masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk membuat warga Jakarta kaya. Tidak mudah untuk mewujudkannya. Suka atau tidak suka, pemerintah dan seluruh elemen kota Jakarta harus berkonsentrasi dan memiliki daya tahan tinggi karena masalah yang menjangkiti Jakarta tidak sesederhana masalah di sekitar kota atau daerah lain.

Namun, apa yang terjadi jika konsentrasi dan perlawanan itu dikeringkan secara efektif untuk menghadapi ego dan gairah politik tertentu? Karena itulah pertikaian antara DPRD dan Ahok harus berakhir. Cara untuk mengakhiri perselisihan silang antara DPRD dan Ahok tentu tidak melalui hak untuk menuntut. Baik DPRD dan Ahok tidak memuntahkan ego. Duduk bersama untuk berkomunikasi. Meniru mekanisme pertemuan konsultasi presiden dan parlemen yang akhirnya menyelesaikan perbedaan.

Itulah cotoh teks editorial tenang politih yang ada di indonesia , semoga bermafaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca . Terima kasih !

Sumber : http:// https://materibelajar.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *