5 Makanan Bersantan Dari Jawa Tengah

Posted on

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki banyak keberagaman kuliner. Mulai dari kuliner berupa jajanan tradisional hingga menu utama, ada banyak sekali jenisnya di Jawa Tengah. Selain itu, kuliner tradisional Jawa Tengah mempunyai keunikan masing-masing yang tentunya jarang ditemui di daerah lain.

Provinsi yang berada di bagian tengah pulau Jawa ini terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota. Masing-masing kabupaten dan kota yang ada di provinsi Jawa Tengah memiliki keunikan masing-masing dalam hal kulinernya. Walaupun memiliki kekhasan, beberapa daerah memiliki jenis makanan yang mirip dengan cita rasa yang sedikit berbeda.

Beberapa persamaan jenis makanan tersebut biasanya adalah pada penggunaan bahan yang sama. Salah satu yang paling banyak memiliki kemiripan adalah makanan berkuah yang menggunakan santan. Selain itu juga ada beberapa jenis makanan yang menggunakan santan untuk memberikan rasa gurih pada makanan tersebut.

Untuk memperoleh santan umumnya dengan cara memeras kelapa yang sudah diparut untuk diambil sarinya. Biasanya untuk memeras dengan menggunakan tangan, hasil santan yang didapat kurang maksimal. Namun, dengan menggunakan mesin peras santan, maka hasil yang didapat bisa lebih maksimal. Banyak tempat jual mesin pengolah makanan yang menjual alat tersebut.

Santan pada beberapa jenis masakan tradisional Jawa Tengah cukup umum digunakan baik untuk makanan berkuah maupun pada nasi. Berikut adalah beberapa jenis kuliner khas Jawa Tengah yang menggunakan santan:

Gudeg (Semarang)

Tidak hanya di Jogja, gudeg ternyata juga merupakan kuliner tradisional di ibukota Jawa Tengah, Semarang. Gudeg Semarang lebih menonjolkan cita rasa pedasnya dibandingkan rasa manis seperti pada gudeg Jogja. Satu porsi gudeg Semarang biasanya terdiri dari nasi dengan gudeg ditambahkan opor ayam, krecek pedas, daun singkong, dan irisan telur pindang.

Sego Gandul (Pati)

Salah satu kuliner yang terkenal dari kota Pati adalah sego gandul atau dalam bahasa Indonesia disebut nasi gandul. Dalam satu porsi nasi gandul terdiri dari nasi dengan daging yang biasanya terdiri dari daging sapi, lidah, maupun berbagai jenis jeroan yang disiram dengan kuah berwarna kecoklatan. Sego gandul memiliki rasa yang kuat seperti perpaduan antara rawon, gulai, atau soto. Selain itu biasanya nasi gandul dimakan bersama perkedel atau tempe.

Lentog Tanjung (Kudus)

Kudus memiliki kuliner yang mempunyai cita rasa sedap dan gurih, yaitu lentog tanjung. Makanan berkuah ini merupakan makanan tradisional yang berasal dari desa Tanjung Karang yang berada di wilayah Kudus. Bahan utama lentog tanjung terdiri dari irisan lontong, sayur gori atau nangka muda, dan lodeh tahu. Bahan-bahan tersebut disajikan diatas piring beralaskan daun pisang sehingga menambah cita rasa gurih pada makanan ini.

Nasi Liwet (Sukoharjo)

Nasi liwet merupakan kuliner yang berasal dari wilayah Baki di Kabupaten Sukoharjo. Nasi liwet memiliki rasa yang gurih karena dalam proses memasaknya menggunakan santan dan beberapa rempah sehingga memberikan cita rasa yang sedap. Nasi liwet disajikan dengan sayur labu, suwiran ayam, dan areh. Nasi liwet umumnya disajikan dengan menggunakan alas daun pisang untuk menambah aroma dan cita rasa gurihnya.

Kupat Glabed (Tegal)

Kupat glabed adalah salah satu kuliner berkuah santan yang ada di Jawa Tengah, tepatnya dari Tegal. Kuliner asli Tegal ini terdiri dari irisan ketupat yang disiram dengan kuah kuning yang kental dan gurih. Selain itu kupat glabed diberi suwiran ayam dan ditaburi kerupuk mie yang menggunung ditambah taburan bawang goreng. Umumnya kupat glabed dimakan bersama dengan sate ayam atau sate kerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *