https://almuawanah.com/
https://almuawanah.com/

Alat-alat Dalam Thaharah (Bersuci)

Posted on

الطهارة لغة النظافة والخلوص من الأدناس حسية كانت كالأنجاس أو معنوية كالعيوب. وشرعا فعل ما تتوقف عليه إباحة ولو من بعض الوجوه أو ثواب مجرد (الياقوت النفيس في مذهب ابن إدريس)

Definisi

Bersuci menurut bahasa adalah bersih dan terlepas dari segala macam kotoran, baik bisa dirasakan dengan panca indra, seperti macam-macam najis atau secara ma’nawi seperti aib-aib yang meliputi iri, dengki, hasut dan lain sebagainya.

Menurut istilah syara’ adalah melakukan upaya yang menjadikan bolehnya melakukan ibadah yang membutuhkan bersuci meskipun hanya sebagian cara yang sejatinya tidak menghilangkan hadats dan najis, atau sebatas mencari pahala saja.

https://almuawanah.com/
https://almuawanah.com/

Keterangan:

  • Maksud dari “melakukan upaya yang menjadikan bolehnya melakukan ibadah yang membutuhkan bersuci” adalah bersuci yang masuk kategori fardhu, seperti basuhan pertama pada anggota wudhu atau basuhan pertama pada sesuatu yang terkena najis.
  • Maksud dari “meskipun hanya sebagian cara yang sejatinya tidak menghilangkan hadats dan najis” adalah seperti tayamum, dikarenakan sejatinya tayamum tidak menghilangkan hadats namun merupakan upaya yang ada sebagai keringanan agar boleh melakukan shalat. Contoh lain adalah istinja’ dengan batu, karena sejatinya tidak menghilangkan najis namun upaya ini disetujui secara syar’i. Hal ini dibuktikan dengan sholatnya orang yang menggendong orang yang istinja’ dengan batu itu tidak sah meskipun orang yang istinja’ dengan batu bila melakukan shalat dihukumi sah.
  • Maksud dari “sebatas mencari pahala saja” adalah basuhan yang ke dua ataupun yang ke tiga pada anggota wudlu, wudlu-wudlu yang disunnahkan dan mandi-mandi sunnah.

Alat-alat untuk Bersuci

Ada empat macam alat-alat yang digunakan untuk bersuci yaitu:

1. Air

dengan syarat airnya berupa air yang mutlak. Air mutlak adalah air yang tidak disebut dengan perantara yang mengikat namanya. Jadi bila perantara tersebut mengikat namanya maka tidak memenuhi kriteria ini, seperti air Coca Cola, Sprite, air kembang tujuh rupa dan sebagainya yang dipindah ke tempat manapun namanya tetap air Coca Cola, Sprite, air kembang tujuh rupa.

Berbeda jika perantaranya tidak mengikat namanya, seperti air biasa yang dipindah ke gelas disebut dengan air gelas, dipindah ke gentong disebut air gentong, dipindah ke kolam disebut air kolam dan semisalnya.

Timbul pertanyaan: lalu bagaimana dengan air musta’mal atau air sedikit yang terkena najis dan tidak ada perubahan yang mana air ini tidak bisa digunakan untuk bersuci, padahal air tersebut dipindah ke tempat manapun akan disebut sesuai tempatnya air tersebut? Bukankah ini masuk pada kriteria air yang disebut dengan perantara yang tidak mengikat seperti yang telah disebutkan tadi sehingga seharusnya boleh digunakan untuk bersuci?

Maka jawabannya adalah karena: 1). Ada nash yang menetapkan tidak bolehnya bersuci dengan air musta’mal ataupun air yang terkena najis. Maka imam Asy-Syafi’i dan yang lainnya serta ulama-ulama yang sependapat dengan beliau memberi ketetapan tidak mencukupinya bersuci dengan air musta’mal; 2). Bila orang mengetahui air itu musta’mal atau terkena najis, maka akan menyebutnya dengan “air musta’mal” atau “air terkena najis” dimanapun tempatnya air tersebut yang mana hal ini disebut dengan perantara yang mengikat yang menjadikan air tidak bisa dikatakan mutlak.

Pembahasan mengenai air ini cukup panjang dan insya Allah akan penulis sebutkan di lain waktu pada artikel yang khusus mengupasnya di blog ini.

2. Debu

jika murni atau tidak ada campurannya serta tidak musta’mal. Insya Allah akan dijabarkan pada bab Tayamum.

3. Batu

istinjak bila suci, mampu mengangkat kotoran-kotoran yang keluar dari kubul dan dubur. Insya Allah akan dijabarkan pada bab istinjak.

4. Ad-Dabigh

yaitu alat yang digunakan untuk menyamak kulit bangkainya hewan-hewan tertentu yang bisa disamak dan hewan itu dihukumi hewan yang suci semasa hidupnya.

Jadi meskipun bangkai dihukumi najis kita bisa mengambil kemanfaatan dengan mengambil kulitnya untuk disamak agar suci dan bisa digunakan.

Ad-Dabigh harus berupa benda-benda yang berasa pedas-asam (sepet: jawa) seperti berbagai jenis dedaunan, bahkan dari benda yang najis sekalipun seperti kotoran burung dara yang memiliki rasa pedas-asam ini. Harus berasa demikian dikarenakan mampu mengangkat kotoran-kotoran dan mengangkat penyebab-penyebab pembusukan pada kulit.

Apabila menyamak dengan menggunakan air, maka dianggap kurang mencukupi karena setelah disamak dan dikeringkan lalu terkena air dan basah kembali, maka akan membusuk. Begitu juga menyamak dengan hanya meminta bantuan paparan cahaya matahari juga kurang mencukupi dengan alasan demikian.

Adapun penggunaan bahan kimia yang mampu menghilangkan kotoran-kotoran dan penyebab-penyebab  pembusukan meski tidak berasa pedas-asam itu mencukupi mengingat tujuan intinya adalah agar kulit tidak membusuk setelah disamak.

Menurut qaul jadid, hukum mengkonsumsi kulit yang disamak itu boleh dan menurut qaul qadim tidak boleh, hal ini yang tertera di kitab Al-Umm karya imam Asy-Syafi’i.

Namun setelah ditarjih imam An-Nawawi yang kemudian disebutkan di dalam kitabnya Minhaj Ath-Thalibin pada juz satu di awal-awal pembahasannya, beliau memutuskan pendapat yang mu’tamad sehingga bisa dibuat pegangan dan boleh difatwakan kepada umum adalah qaul qadim

untuk kasus hukum mengkonsumsi kulit binatang yang disamak, yaitu haram, meskipun ketentuan secara umum adalah qaul qadim merupakan qaul yang tidak mu’tamad dan qaul jadid adalah qaul yang mu’tamad.

Tempat dan juga ijtihad adalah termasuk sarana-sarana untuk bersuci. Maksud dari ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang dituju,

seperti ketika ada air atau debu di tempat yang berbilangan – dua / lebih – dan salah satunya dinyatakan terkena najis namun tidak diketahui ditempat yang mana, maka hal ini mewajibkan adanya ijtihad jika ingin bersuci dengan air yang ada sampai ada kejelasan mana yang suci dan mana yang terkena najis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *