Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Kering

Posted on

Banyak jenis daun yang kaya akan mineral dan bahan organik sehat lainnya. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan daun di halaman atau taman umum Anda untuk membuat kompos murah setiap musim gugur. Untuk mempercepat proses penguraian, cobalah menggilingnya di mesin penghancur atau mesin pemotong rumput. Kompos akan memperkaya kandungan nutrisi di dalam tanah dan petak bunga, dan memungkinkan Anda untuk menggunakan kembali sisa makanan dan bahan organik lainnya yang biasanya dibuang ke tempat sampah.

 

Kompos daun lebih ekonomis dibandingkan kompos pupuk kandang

 

Meskipun metode pengomposan daun cukup mudah, hanya sedikit yang mempraktikkannya.

Saya tidak punya ide. Hal ini bisa kita lihat dari produk pupuk organik yang banyak dijual di pasaran maupun dari penjual bunga.

Hampir semua pupuk organik berasal dari limbah sapi, kambing, ayam, atau rumah potong hewan. Tidak ada kotoran daun.

Kompos ini biasanya digunakan sebagai media untuk menanam tanaman hias, taman hunian dan taman toga.

Artinya, jika melihat permintaan, kompos ini banyak dijual di perkotaan. Sayangnya kompos yang terbuat dari daun kering tidak ditangani dengan baik.

Sedangkan bagi yang sangat suka berkebun, dan sering merawat, mengganti media tanam, membuat kompos dari daunnya sendiri bisa lebih hemat.

Pasalnya, harga kompos di perkotaan cukup bagus. Paket beras 5 kg harganya 5 ribu rupiah.

Padahal, hanya cukup untuk 2 hingga 3 pot tanaman dengan diameter 30 cm. Adapun tabulampot dengan pot besar bisa habis sekaligus.

Bahan baku pembuatan kompos daun juga gratis. Setidaknya kita bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit dengan memisahkan sampah antara organik dan anorganik.

Seiring berjalannya waktu, saat pengomposan daun selesai, waktunya bisa bersamaan dengan jadwal penambahan pupuk organik ke tanaman.

 

Kompos daun sederhana

 

Secara sederhana, kita bisa membuat kompos dari daun dengan cara-cara berikut.

  1. Kami membuat lubang di tanah, lalu memasukkan daun ke dalam lubang. Lalu kami mengisi daun dengan tanah.
  2. Dengan wadah ember, dengan ukuran yang agak besar. Bagian bawah kita isi dengan tanah atau kompos yang sudah jadi. Kami akan memasukkan sampah daun. Dipadatkan, kemudian ditutup dengan tanah lagi di bagian atas.
  3. Baru dikoleksi. Namun diusahakan agar serasah daun tidak berserakan karena terbawa angin. Biarkan saja, terkena panas dan hujan.

Tidak ada waktu pasti kapan kompos dari daun di atas akan dibuat kompos. Setidaknya butuh waktu berbulan-bulan.

Cara mempercepat proses pengomposan daun

Jika ingin proses pengomposan lebih cepat, kita harus menambahkan perawatan pada kompos.

Hal-hal yang dapat kami lakukan untuk mempercepat proses pengomposan adalah:

  1. Menambahkan starter bakteri. Ini bisa berupa EM4, starbio atau Mikro organisme lokal.
  2. Memotong serasah daun menjadi ukuran yang lebih kecil. Semakin lembut ukuran tandu, semakin baik. Karena akan menambah luas permukaan kerja mikroorganisme starter.
  3. Menambahkan bahan yang merupakan sumber energi bagi bakteri. Misalnya gula pasir, tetes tebu atau dedak padi.
  4. Membalik tumpukan kompos secara teratur dan teratur.

Atau, kita bisa membuat tahi lalat dari buah.

4 gram gula pasir dilarutkan ke dalam air kira-kira 100 ml sambil diaduk sampai larut. Tambahkan potongan buah – seperti nanas, pepaya atau pisang. Biarkan selama sehari semalam dalam keadaan terbuka.

Ok langsung saja cara membuat kompos dari daun ini, anda bisa menggunakan em4 atau tahi lalat yang mudah.

  1. Serasah daun dipotong kecil-kecil. Idealnya antara 2 – 3 cm. Tetapi jika tidak memungkinkan, hanya itu yang Anda bisa.
  2. Masukkan serasah daun ke dalam tanaman kompos. Lapis demi lapis.
  3. Tiap layer disiram dengan em4 atau mol yang kita buat tadi.
  4. Tutup, tapi jangan terlalu kencang. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 1 bulan, sedangkan untuk tahi lalat bisa memakan waktu lebih lama yaitu sekitar 2 bulan.
  5. Setiap 3 hari, daun dibalik. Lebih merepotkan tapi ini untuk proses pengomposan yang lebih cepat. Jika tidak dibalik, hanya lactobacillus yang merupakan bakteri dominan. Bakteri lain yang sebagian besar aerobik akan bekerja minimal.

Sebenarnya itu tidak merepotkan kok. Kita bisa melakukannya dengan langkah-langkah seperti ini.

Misalnya kita punya tong atau ember untuk membuat kompos daun.

Pertama-tama kami membuat kompos daun seperti pada langkah-langkah di atas.

Kemudian bila ada daun baru yang ingin kita tambahkan, kita semprotkan terlebih dahulu dengan Em4 atau tahi lalat yang sudah kita .

Kami memasukkan daun baru ini ke bagian paling bawah. Otomatis dengan melakukan itu, kami telah membalik-balik tumpukan kompos yang kami buat.

Untuk mempermudah dalam pembuatan kompos bisa menggunakan mesin pencacah kompos.

Menurut saya cara membuat kompos dari daun cukup disini dulu. Mohon maaf jika banyak kekurangannya. Terima kasih dan sampai jumpa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *