Cara Memelihara Kambing Etawa

Posted on

Cara memelihara kambing etawa memang tidaklah mudah. Kambing adalah hewan yang penasaran dan cerdas yang sangat menyenangkan untuk dipelihara. Namun, itu juga membutuhkan banyak usaha. Jika tidak dirawat dengan baik, kambing bisa menjadi agresif dan kabur ke padang rumput yang lebih menarik.

Nasib baik, Anda dapat membuat kambing Anda senang dengan menyediakan kandang yang aman dan bersih, memberi makan yang cukup, merawat, dan menjaganya supaya tetap sehat.

Merupakan kebanggaan tersendiri bagi para peternak untuk beternak dengan hasil yang memuaskan. Yang utama tentu saja harga jualnya lebih tinggi dan banyak yang tertarik. Bagi anda yang beternak kambing, alangkah baiknya jika anda mengetahui cara merawat kambing agar cepat gemuk.

Tentunya jika kambing memiliki tubuh yang gemuk dan sehat dalam waktu singkat, maka jika memenuhi persyaratan pasar, maka Anda bisa segera menjualnya.

Berbagai Jenis Kambing yang Dapat Dipelihara

Berbagai Jenis Kambing yang Dapat Dipelihara

Berbisnis dalam sektor peternakan adalah salah satu metode yang sangat tepat untuk mendapatkan keuntungan yang lumayan tinggi. Sektor peternakan sangat menjadi favorit sebagai bidang usaha seiring dengan permintaan pasar dan industri kuliner yang saat ini semakin meningkat.

Peternakan kambing merupakan salah satu bidang produksi yang dibutuhkan pasar kuliner dan industri pangan untuk penyediaan bahan pangan olahan.

Kambing adalah salah satu dari banyak spesies hewan yang menguntungkan untuk berbisnis. Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Daging tersebut menjadi favorit oleh berbagai kalangan, termasuk dari tingkat lokal hingga internasional. Padahal, beternak kambing sudah menjadi kegiatan masyarakat yang umum terutama di pedesaan.

Kambing jawa adalah sebagian hewan kambing yang tentunya cukup banyak dikembangbiakkan pada masyarakat pedesaan. Namun, mereka hanya melakukannya sebagai bisnis sampingan.

Ada lebih dari 300 spesies kambing yang berbeda. Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Kambing telah dibiakkan untuk memanjakan bunga aster, susu, bulu, dan kulitnya sejak zaman kuno.

Pada tahun 2011, keberadaan jumlah kambing di seluruh dunia mencapai hingga 924 juta, data ini didapatkan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1. Kambing Kacang dan Cara Memeliharanya

Kambing kacang adalah salah satu jenis kambing daging lokal Indonesia. Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Dengan daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat dan daya reproduksi yang sangat tinggi, ternak jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tempat.

Ciri-ciri Kambing Kacang:

  • Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala yang ringan dan kecil.
  • Memiliki telinga yang berdiri tegak, bulu tipis, pendek, dan biasanya mempunyai hanya satu warna pada keseluruhan bulu: hitam, putih, coklat.
  • Baik kambing jantan maupun betina memiliki dua tanduk yang pendek.
  • Bobot tubuh pria dewasa bisa mencapai 30 kg, dan wanita dewasa 25 kg.
  • Ukuran jantan 60-65 cm, sedangkan betina 56 cm.
  • Kambing jantan memiliki bulu yang pendek di seluruh tubuhnya kecuali pada bagian ekor dan dagu. Mereka juga menumbuhkan rambut panjang di sepanjang leher, bahu, serta ekor dan bokong.

2. Kambing Etawa dan Cara Memeliharanya

Hewan ternak ini termasuk jenis yang berfungsi ganda, yaitu menghasilkan tidak hanya daging tetapi juga susu. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa memelihara kambing ini cukup mudah
Kambing tersebut diimpor ke Indonesia dari India.

Ciri-ciri Kambing Etawa adalah:

  • Tubuhnya besar, tinggi kambing gumba jantan 90 cm sampai 127 cm, dan betina mencapai 92 cm.
  • Laki-laki dapat memiliki berat hingga 91 kg sedangkan betina hanya mencapai 63 kg.
  • Telinganya panjang dan terkulai, dan dahi serta hidungnya cembung.
  • Kambing jantan dan betina bertanduk pendek.
  • Kambing etawa bisa menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.

3. Kambing Jawarandu (Bligon, Gumbolo, Koplo, Kacukan) dan Cara Memeliharanya

Kambing Jawarandu mempunyai sebutan lain yakni Kacukan, Gumbolo, Koplo, Bligon. Ini merupakan hasil persilangan kambing Etawa dan Kacang, namun sifat fisik kambing kacang tanah lebih dominan. Cara beternak kambing ini juga sangat mudah.

Untuk menghemat biaya, peternak kambing perah biasanya memilih kambing-kambing tersebut untuk dipelihara untuk susunya. Kambing ini bisa menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari.

Ciri-ciri Kambing Jawarandu :

  • Memiliki tubuh yang lebih kecil dari kambing ettawa, dengan kambing jantan dewasa beratnya lebih dari 40 kg sedangkan betina bisa memiliki berat 40 kg.
  • Baik pria maupun wanita memiliki tanduk.
  • Memiliki telinga yang terbuka lebar, panjang, dan terkulai.
  • Baik pria maupun wanita adalah produsen daging dan susu

4. Kambing PE (Peranakan Etawa) dan Cara Memeliharanya

Kambing ini merupakan hasil persilangan kambing etawa dengan kambing lokal / kacang dengan tujuan agar bisa lebih beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Kambing ini tentunya kita kenal sebagai kambing PE (Peranakan Etawa) dan tentunya juga sebagai kambing lokal saat ini.

Kambing PE seukuran Etawa, tetapi beradaptasi lebih baik dengan lingkungan lokal Indonesia. Bekas tubuhnya ada di antara kambing Kacang dan kambing Etawa. Ada yang lebih diarahkan ke kambing Etawa, ada yang lebih diarahkan ke kambing Kacang.

Kambing ini awalnya berada di pesisir utara Pulau Jawa dan kini tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Pria memiliki libido seksual yang tinggi, hal inilah yang membedakan mereka dari kambing etawa.

Ciri-ciri Kambing Peranakan Etawa:

  • Warna bulunya hitam, putih, merah, coklat dan terkadang putih.
  • Bertubuh besar layaknya Etawa, berat pejantan dapat hingga 91 kg, sedangkan betina berbobot hingga 63 kg.
  • Telinganya panjang dan terkulai, dengan lipatan yang cukup besar
  • Dahi dan hidung cembung.
  • Kambing jantan dan betina bertanduk kecil / pendek.
  • Daerah di belakang paha, ekor, dan dagu memiliki rambut yang panjang
  • Kambing etawa bisa menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.

5. Kambing Boer dan Cara Memeliharanya

Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan telah terdaftar sebagai sapi selama lebih dari 65 tahun. Kata “Boer” berarti petani. Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Kambing Boer adalah kambing pedaging asli karena tumbuh sangat cepat.

Dikala kambing ini berumur 5 hingga 6 bulan telah bisa mendapatkan berat sekitar 35 – 45 kg, dengan rata-rata penambahan bobot badan kira kira 0,02 – 0,04 kg per harinya. Penambahan bobot badan ini tentunya tergantung terhadap susu yang dikonsumsi dari induk kambing serta konsumsi pakan per harinya.

Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Kambing Boer bisa bertahan hidup dalam suhu yang cukup ekstrim, kambing ini dapat bertahan hidup di suhu yang sangat dingin sekitar -25 derajat Celcius.

Dan kambing ini dapat bertahan hidup di suhu yang sangat panas sekitar 43 derajat Celcius dan tentunya kambing ini gampang beradaptasi dengan perubahan suhu secara ekstrim.

Tahan terhadap penyakit. Mereka bisa hidup di semak belukar, lereng gunung berbatu, atau di padang rumput. Mereka menggeledah hewan secara alami, jadi mereka lebih suka dedaunan dan semak.

Kambing Boer Jantan

Boer jantan kokoh dan sangat kuat. Pundak dan punggung lebar begitu juga dengan bokong yang berotot. Boer jantan bisa kawin setiap bulan sepanjang tahun. Jadi mereka rusak untuk menarik wanita. Seekor jantan dapat aktif kawin pada usia 7 hingga 8 bulan.

Namun, pejantan kita anjurkan untuk tidak lebih dari 8 sampai 10 wanita sampai pejantan tersebut berumur sekitar satu tahun. Boer jantan dewasa (2-3 tahun) bisa melayani 30-40 wanita. Dianjurkan untuk mengambil semua pria dari usia 3 bulan dari wanita untuk menghindari pernikahan yang tidak direncanakan. Seorang pria bisa menikah selama 7 sampai 8 tahun.

Kambing Boer Betina

Kambing betina tumbuh layaknya pejantan, namun terlihat sangat feminin karena kepala dan lehernya yang ramping. Dia sangat jinak dan tidak banyak bermain di kartun. Bisa tumbuh pada umur 10-12 bulan, tergantung ukurannya. Metode penyakit kambing ini juga sangat nyaman. Kehamilan kambing adalah 5 bulan.

Dia bisa punya anak tiga kali dalam dua tahun. Seekor betina berumur satu tahun bisa menghasilkan 1-2 anak laki-laki. Setelah melahirkan anak pertama, dia biasanya memiliki anak kembar, kembar tiga, atau bahkan kembar empat.

Cara memelihara kambing ini juga cukup mudah. Induk kambing menghasilkan susu dengan kandungan lemak yang sangat tinggi, cukup untuk pakan anak ayam. Ketika anak laki-laki berumur 2½ – 3½ bulan, ibunya mulai mengering. Boer betina memiliki dua hingga empat puting susu, tetapi terkadang tidak semuanya menghasilkan susu.

Sebagai hewan yang tidak tahan kawin, ia bisa kita kembangbiakkan lagi tiga bulan setelah lahir. Nafsu bisa kita kenali dari ekornya, yang bergerak cepat kita sebut “bendera”. Boer betina bisa menjadi ibu selama 5-8 tahun.

6. Kambing Muara dan Cara Memeliharanya

Jenis kambing ini dapat kita temukan di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilan, kambing ini terlihat maskulin, badannya kompak, dan sebaran warna bulunya bervariasi antara coklat kemerahan, putih, dan agak hitam.

Beternak kambing juga sangat nyaman. Bobot kambing Muara lebih besar dari pada kambing Kacang dan terlihat produktif.

Kambing muara juga sering melahirkan dua sampai empat anak (produktif). Cara memelihara kambing ini cukup mudah, walaupun keempat anaknya sebagian besar bisa hidup tanpa tambahan susu dan pakan, namun penampilan anak cukup sehat dan tidak terlalu berbeda dengan penampilan anak tunggal saat lahir.

Hal ini terjadi karena produksi susu kambing yang relatif baik untuk kebutuhan 4 ekor kambing.

Manfaat Memelihara Kambinng

Manfaat Memelihara Kambing

Kambing adalah salah satu hewan ternak yang memiliki nama latin capra Aegragus hircus. Sebagaimana diketahui, kambing adalah hewan ternak yang memiliki keuntungan yang banyak.

Dagingnya memiliki nilai jual yang lumayan tinggi dan bernilai baik di dalam maupun luar negeri. Terlebih menjelang hari besar Islam idul adha harga kambing dapat meningkat hingga beberapa persen. Oleh sebab itu banyak yang memiliki usaha ternak kambing.

Ternak kambing adalah jenis aktivitas yang menguntungkan dan menyenangkan. Usaha yang memang jelas menghasilkan tanpa adanya spekulasi. Manfaat lain memelihara kambing selain untuk budidaya, kambing juga dapat dijadikan bahan makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi bagi kehidupan manusia.

Beternak kambing merupakan salah satu jenis usaha yang menjanjikan dan memiliki banyak keuntungan. Setidaknya ada beberapa keuntungan dalam melakukan ternak kambing yang wajib diketahui, di antaranya :

1. Masa Panen Cepat

Perawatan dan pemeliharaan kambing memang gampang-gampang susah. Namun untuk lokasi desa atau perkampungan memelihara kambing memiliki banyak kemudahan karena di desa masih banyak lahan kosong yang ditumbuhi rumput sebagai makanannya.

Hanya dengan 1 tahun masa panen untuk ternak 5 ekor kambing yang terdiri dari 2 jantan dan betina dapat menghasilkan 25 ekor.

2. Sangat Mudah Dipasarkan

Selain masa panen yang cepat, kambing sangat mudah untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Kambing sangat mudah dijual belikan kepada agen maupun pasar. Terlebih apabila kita memiliki ternak kambing yang kualitasnya sehat dan gemuk-gemuk. Pembeli akan datang dengan sendiri.

3. Daging Kambing Adalah Bahan Makanan Yang Sangat Bergizi

Selain untuk menghasilkan uang atau investasi, daging kambing juga merupakan makanan yang sangat bergizi tinggi dan sangat kaya manfaat dalam kehidupan dan tubuh manusia. Tentu saja dengan memiliki ternak ini asupan tersebut mudah untuk didapatkan.

4. Modal Relatif Kecil

Untuk membuat ternak kambing tidak harus memulai degan modal yang sangat besar. Dengan modal yang kecil, ternak dapat dimulai dan tetap akan menghasilkan perkembangbiakan. Dengan demikian siapa saja bisa melakukan aktivitas ternak hewan ini.

5. Investasi Yang Sangat Menjanjikan

Tidak dapat dipungkiri lagi membuka ternak kambing adalah cara mudah berinvestasi. Walau peningkatannya bertahap namun hasilnya jelas. Kambing tetap memiliki daya jual sepanjang masa dan setidaknya dalam setahun kambing telah menghasilkan. Sehingga ternak hewan ini sangat tepat  untuk dijadikan investasi masa depan yang menjanjikan.

6. Kambing Mudah Beradaptasi

Keuntungan lainnya adalah kambing merupakan hewan yang sangat mudah beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan sekitar. Sehingga dalam waktu cepat kambing dapat mudah dijinakkan dan dijaga, dan tidak perlu menyiapkan lokasi khusus.

Hingga saat ini petani ternak binaan saya khususnya beberapa anggota kelompoktani pasir putih tuah menjadikan telah ternak kambing sebagai usaha sampingan bercocok tanam sebagai usaha yang sangat menguntungkan.

Cara Memelihara Kambing Etawa

Cara Memelihara Kambing Etawa

1. Mempersiapkan kandang

Selayaknya manusia, hewan pun membutuhkan tempat untuk bernaung. Dalam budidaya ternak kambing etawa, kamu bisa membuat kandang di lokasi yang jauh dari keramaian.

Tujuannya tak lain agar penduduk setempat tidak terganggu dengan aktvitas budidaya ternak yang kamu lakukan.

Apabila kamu memiliki lahan yang cukup luas dan kira-kira jaraknya sekitar 10 meter dari pemukiman penduduk, lahan tersebut bisa kamu gunakan untuk membuat kandang.

Material yang digunakan untuk membuat kandang sebaiknya dari bahan kayu yang kokoh.

Pasalnya selain untuk meminimalisir ambruknya kandang, dari segi harga pun penggunaan material kayu juga dinilai jauh lebih murah.

Sementara ukurannya sendiri, untuk satu ekor kambing etawa dewasa membutuhkan kandang berukuran 1,5 x 1,5 meter dengan sirkulasi udara yang baik.

Namun kamu juga dapat menyesuaikan ukuran kandangnya dengan jumlah kambing yang akan dibudidayakan.

2. Pemilihan bibit berkualitas

Pemilihan bibit atau anakan juga menjadi satu diantara banyaknya faktor keberhasilan dalam melakukan budidaya ternak kambing etawa. Apabila kamu masih tergolong pemula dalam bisnis ini, maka sebaiknya membeli bibit dari peternak besar yang sudah terjamin kualitasnya.

Saat memilih bibit, ketahui dulu silsilah keturunannya, baik itu anakan jantan maupun betina yang mana keduanya memiliki ciri-ciri fisik berbeda.

Kambing etawa yang akan dijadikan pejantan sebaiknya tidak cacat fisik dan memiliki bentuk tubuh besar dengan kaki yang kokoh. Selain itu, kambing tersebut juga harus berumur lebih dari 1,5 tahun.

Sementara untuk kambing etawa betina yang bagus adalah dengan ciri-ciri seperti memiliki bentuk tubuh besar dan proposional, berkaki lurus, terbebas dari penyakit, serta memiliki jumlah puting lengkap.

3. Pemberian pakan

Seperti kebanyakan jenis kambing, pemberian pakan dalam budidaya ternak kambing etawa sebenarnya cukup mudah.

Kamu dapat memberikan pakanan seperti dedaunan segar dan rumput serta pakan tambahan yakni kacang-kacangan, tepung ikan, dan vitamin.

Khusus pakan hijauan, sebaiknya dijemur terlebih dulu kurang lebih 2 jam guna menghindari kemungkinan racun ataupun bakteri yang menempel.

Selain itu, kamu juga bisa membuat pakanan sendiri yang kaya nutrisi dengan mencampur bahan-bahan berkualitas seperti bekatul dan bungil kelapa dengan takaran 3:1.

Pemberian pakanan ekstra ini bisa dilakukan selama 2 kali sehari, di waktu pagi dan sore hari. Berikan juga tambahan mineral untuk kambing etawa seperti garam beryodium dan air minum 1,5 liter per hari.

4. Masa perkawinan

Tahap selanjutnya dalam budidaya ternak kambing etawa adalah mengawinkan induk betina dan jantan.

Rata-rata untuk satu kali reproduksi, kambing etawa bisa melahirkan 1 hingga 3 anak dengan jangka waktu melahirkan nsebanyak 3 kali dalam dua tahun.

Idealnya, perkawinan  bisa dilakukan jika sang betina sudah berumur 10 bulan dengan ciri-ciri seperti nafsu makan menurun, mengibaskan ekor terus-menerus, dan alat vital terlihat bengkak.

Biasanya periode kehamilan kambing etawa betina kira-kira sekitar 5 bulan. Kemudian pasca melahirkan, sang betina pun memerlukan istirahat total selama 2 bulan.

Selama itu, kamu harus selalu menjaga pola makan dan kebersihan kandang serta kambing betina. Tujuannya agar ia tidak mudah terjangkit penyakit kudisan maupun cacingan.

5. Kambing etawa siap panen

Ketika memasuki masa panen dalam budidaya ternak kambing etawa, kamu perlu memisahkan mana yang akan dijadikan kambing pedaging dan kambing susu perah.

Harganya pun beragam, tergantung musim dan kualitas serta bobot dari kambing itu sendiri.

Untuk kambing pedaging, kamu bisa mulai menjualnya saat memasuki usia 8 sampai 12 bulan dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

Sedangkan kambing yang akan diikutkan kontes, maka umur idealnyua adalah 1,5 tahun dengan harag Rp 4 juta sampai Rp 6 juta.

Bisnis budidaya ternak kambing etawa sangat menjanjikan terlebih cara melakukan budidayanya cukup gampang.

Demikian mengenai cara memelihara kambing etawa. Dengan perawatan yang maksimal maka kambing akan lebih sehat dan gemuk. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *