6 Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji dengan Mudah

Posted on

Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji – Cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jenis cabai satu ini harganya sering melonjak di pasaran. Tak heran jika saat ini banyak masyarakat Indonesia ingin memulai budidaya tanaman cabai sendiri di Rumah.

Cabai rawit terkenal dengan rasa pedas yang luar biasa jika dibandingkan dengan rasa pedas pada jenis cabai lain. Maka dari itu, cabai rawit biasanya digunakan sebagai bahan baku sambal, lalapan, dan lain lain. Cabai rawit adalah alternatif terbaik bagi masyarakat Indonesia, yang mayoritas penyuka makanan pedas.

Sebelum kita mengetahui cara menanam cabe rawit dari biji, kita perlu memahami bagaimana cara memilih biji cabe rawit yang baik untuk benih seperti berikut ini.

Cara Memilih Biji

5 Cara Menanam Cabe dengan Mudah, Anti Gagal!

Langkah pertama dalam pembuatan benih cabai rawit yaitu dengan memisahkan biji cabai dari kulit dan dagingnya. Ada 2 cara untuk memisahkan biji cabai, yaitu dengan cara manual, maupun dengan Mesin Pemisah Biji.

Cara manual dilakukan dengan cara membelah buah cabai rawit satu per satu untuk mengeluarkan bijinya. Jangan lupa untuk menggunakan pelindung tangan agar tidak pedas.

Kekurangan dari cara manual yaitu memerlukan waktu yang lama, dan tenaga yang banyak. Oleh karena itu, mesin pemisah biji sangat cocok digunakan untuk pembuatan benih cabai dengan skala besar ataupun untuk industri olahan cabai (saus, bubuk cabai, dan lain sebagainya).

1.Berasal dari tanaman yang unggul. Biji yang digunakan sebagai benih merupakan biji yang berasal dari buah cabai rawit unggul.

Dengan penggunaan bibit cabai unggul, tanaman cabai rawit akan menghasilkan buah yang berkualitas unggul pula. Selain itu, tanaman cabai juga tidak mudah terserang hama dan penyakit serta memproduksi lebih banyak buah cabai.

2. Berasal dari buah yang sudah tua. Biji cabai yang digunakan sebagai benih berasal dari buah cabai rawit yang sudah tua atau masak di pohon, dengan ciri berwarna merah. Biji yang muda memiliki potensi untuk tumbuh yang sangat kecil bahkan tidak bisa tumbuh sama sekali. Benih yang masih muda ditandai dengan permukaan bijinya yang keriput saat kering.

3. Utuh. Biji yang digunakan sebagai benih cabai harus utuh artinya biji tidak dalam kondisi cacat karena terpotong ataupun karena infeksi hama dan penyakit.

4. Biji dalam keadaan kering. Benih cabai yang digunakan dalam pembenihan harus dalam keadaan kering dengan kadar air diantara 10% dan ditandai permukaan bijinya yang mengkilap.

5. Biji yang murni. Pastikan biji yang dipilih dalam keadaan bersih, dalam artian tidak tercampur kotoran, maupun karena tercampur dengan biji dari varietas cabai lainnya.

Untuk memudahkan dalam pemilihan biji, Anda bisa menyiapkan satu ember air, kemudian masukkan biji cabai. Aduk perlahan sambil amati dan buang biji cabang yang terapung. Biji cabai yang digunakan dalam pembenihan adalah benih yang tenggelam dalam air.

Demikian tadi cara memilih biji cabai rawit yang baik untuk pembenihan sehingga dapat dihasilkan tanaman cabai dengan produksi melimpah dan kualitas unggul.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Benih Tomat yang Baik

Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji

1. Persiapan Media Semai

Tahap pertama dalam penanaman cabe rawit adalah menyiapkan media semai. Untuk membuat media semai,  campurkan tanah (yang sudah diayak), sedikit pasir, pupuk kandang, dan pupuk NPK yang telah dihaluskan. Kemudian masukkan campuran bahan media tanam ke dalam pot, wadah, atau polybag yang telah disiapkan hingga terisi 2/3 bagiannya. Basahi media semai agar tetap lembab, dengan cara menyemprotkan air menggunakan sprayer.

2. Penyemaian

Letakkan benih cabai rawit satu per satu ke dalam media semai. Kemudian tutup tipis dengan tanah. Letakkan media semai pada tempat yang teduh, dengan sedikit sinar matahari. Untuk mempercepat pertumbuhan benih cabai rawit, tutup media semai dengan menggunakan koran, atau kain. Jangan lupa untuk menjaga media semai agar tetap lembab dengan menyemprotkan air dengan menggunakan sprayer pada pagi dan sore hari.

3. Persiapan Media Tanam

Dalam 3 hingga 4 hari masa persemaian, benih cabai akan mulai tumbuh. Anda dapat memindahkan bibit cabai rawit ke media tanam saat bibit cabai sudah memiliki 3-4 helai daun. Pilih wadah pot atau polybag yang besar agar akar cabai rawit bisa berkembang dengan baik.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan media tanam yang digunakan. Media tanam cabai rawit yang baik terbuat dari campuran tanah (yang sudah dihaluskan), sekam, pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1. Tambahkan juga pupuk anorganik NPK atau urea, agar tanaman cabai rawit bisa tumbuh lebih optimal. Isikan media tanam hingga 2/3 bagian pot atau polybag .

4. Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit cabai rawit sebaiknya dilakukan di saat pagi atau sore hari. Pindahkan bibit cabai dan tanahnya ke dalam media tanam. Pastikan tanah di akarnya tidak terlepas, agar tanaman cabai rawit tidak stress dan layu. Masukkan bibit cabai rawit ke dalam media tanam, padatkan tanah disekitarnya agar bibit cabai tidak mudah goyah. Setelah itu, siramlah media tanam dengan air.

5. Perawatan

Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji

Anda perlu melakukan perawatan yang benar agar tanaman cabai rawit dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan buah dengan kualitas baik dan lebat.

Yang pertama, pastikan tanaman cabai rawit mendapatkan jumlah air yang mencukupi. Siram tanaman cabai 1-2 kali sehari pada pagi atau sore hari. Pastikan media tanam tidak kekeringan dan tetap lembab. Namun, jangan menyiramnya hingga tanaman cabai rawit tergenang air karena dapat mengakibatkan tanaman busuk dan mati.

Kedua, agar dapat tumbuh dengan optimal, tanaman cabai rawit juga memerlukan sinar matahari yang cukup. Pindahkan tanaman cabai rawit ke tempat dengan paparan sinar matahari, terutama saat pagi hari.

Ketiga, pastikan juga asupan nutrisi dan unsur hara pada tanaman cabai rawit. Pemupukannya bisa Anda lakukan dengan memberikan pupuk anorganik NPK, atau pupuk organik dari kotoran hewan.

Keempat, buanglah tunas daun yang tumbuh pada bagian ketiak daun. Hal ini bertujuan agar tanaman cabai cepat tumbuh tinggi, serta dapat meningkatkan produktivitasnya. Lakukan hal ini hingga tanaman cabai rawit membentuk cabang utama atau bunga.

Kelima, bersihkan gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman cabai rawit. Hal ini dilakukan agar tanaman cabai tidak terganggu pertumbuhannya dan dapat menyerap nutrisi dengan optimal.

Keenam, tancapkan tiang bambu di dekat tanaman cabai rawit sejak 1 bulan setelah tanam. Hal ini dilakukan untuk menopang tanaman cabai rawit agar tidak goyah atau roboh saat terkena angin maupun hujan.

Terakhir, pastikan tanaman cabai rawit tidak terserang infeksi hama dan penyakit yang bisa mengganggu produktivitas cabainya. Untuk mencegahnya, Anda dapat menggunakan pestisida organik atau Bio-Pestisida.

6. Panen

Cara Menanam Cabe Rawit dari Biji
Cabai Rawit

Cabai rawit bisa Anda panen kurang lebih 2 bulan setelah tanam, jika perawatannya benar. Buah cabai yang dapat dipanen adalah buah dengan warna hijau ke kuning-kuningan hingga kuning ke merah-merahan.

Demikian informasi bagaimana cara menanam cabe rawit dari biji. Mudah bukan? Yuk kita praktekkan di rumah. Untuk informasi menarik lainnya, Anda dapat mengunjungi website kami hanya di sini.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *