Yuk Ketahui Sejarah Ditemukannya High Heels
Yuk Ketahui Sejarah Ditemukannya High Heels

Yuk Ketahui Sejarah Ditemukannya High Heels

Posted on

Sepatu hak tinggi merupakan sepatu yang tumitnya lebih tinggi daripada jari-jari kaki. Menurut sejarah, sepatu hak tinggi merupakan simbol seksualitas, kesuburan dan kelas sosial. Sepatu ini awalnya dianggap membuat gerakannya lebih mudah dan lebih elegan saat berjalan. Namun pada kenyataannya di lapangan ketika memakai sepatu High Heels wanita justru lebih lambat langkahnya. Walaupun sepatu ini memiliki nilai fungsi, namun hal ini tidak akan mengubah status sosial.

Sepatu high heels ditemukan pada  zaman Mesir Kuno untuk memisahkan kelas bawah dan kaum bangsawan ketika berjalan. Pada masa itu, kaum bawah berjalan dengan bertelanjang kaki atau menggunakan sepatu namun bersifat datar itupun juga digunakan saat acara seremonial. Sedangkan orang bangsawan menggunakan sepatu lebih tinggi yang mirip seperti High Heels. Seiring berjalannya waktu, sepatu ini juga digunakan untuk para penjagal hewan untuk menghindari tumitnya dari darah hewan yang mengalir.

Pada masa Yunani Kuno dan Roma,  sepatu hak atau biasa disebut Kothorni biasanya terbuat dari sol kayu atau gabus. Bahkan menjadikan tinggi sepatu hak ini sebagai ukuran status sosial pemakainya. Sedangkan  selama periode Romawi kuno, sepatu hak ini sudah mulai dipergunakan seperti di masa sekarang. Yakni sebagai  identitas seksualitas khususnya perempuan. Pada zaman itu memang sedang marak situs prostitusi dan biasanya pelaku prostitusi menggunakan sepatu ini sebagai identitas mereka agar dikenal oleh pelanggan mereka. Bahkan pada abad pertengahan, sepatu berhak ini digunakan untuk melindungi alas kaki mereka yang rapuh dari lumpur atau permukaan tidak rata.

Pada awal abad ke-15, di turki ditemukan The Chopine atau sejenis sepatu berhak yang sangat populer di masanya. Selain berfungsi sebagai identitas sosial, the chopine ini juga membawa kembali sejarah fashion wanita dengan penggunaan praktis yang terbatas namun dianggap menarik. Bahkan pernah ada the chopine yang punya tinggi 30 inci sehingga pemakai harus menggunakan tongkat untuk berjalan atau dituntun seseorang. The chopine bahkan mengangkat isu hak-hak perempuan karena pemakainya yang rumit sehingga mengharuskan suami menuntunnya agar bisa berjalan dengan baik. Namun, bagi para suami, gerakan yang rumit dan susah ini menjadikan istri mereka terhambat untuk bisa menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Sejarah Sepatu High Heels

Pada awal abad ke-16 sepatu tumit tinggi atau high heels yang kita lihat mengalami berbagai macam penyempurnaan. Sepatu ini pun mulai dikembangkan untuk laki-laki dan perempuan. Pada tahun 1500-an popularitas dari sepatu ini kembali mencuat. Baik pria maupun wanita seakan perlu dan wajib memilikinya. Banyak sepatu berkuda yang memiliki hak ini untuk mencegah mereka tergelincir, apalagi di kalangan kelas menengah ke atas. Pada awal masa modern perancis, sepatu hak tinggi menjadi simbol kemodisan dan tren fashion. Bahkan seringkali heels ini membantu orang yang bertubuh pendek untuk dapat kelihatan lebih tinggi dalam pernikahannya. Namun, sepatu ini masih identik dengan orang berkelas hingga paruh kedua abad ke-16.

Pada perjalanannya sepatu hak kembali berulang kali dikaitkan dengan seksualitas seorang wanita. Ketika memiliki kaki yang jenjang, melengkung dan kecil membuat seorang wanita jauh lebih menarik. Bahkan sampai ada peraturan yang melarang kegiatan merayu laki-laki menggunakan heels lho! Nah kalau kamu lebih nyaman menggunakan heels atau menggunakan alas kaki yang nyaman digunakan? Tulis jawabanmu di bawah ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *